Sabtu, 12 Juni 2010

Ilmu Dakwah

Pengertian Dakwah menurut bahasa

Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata "Ilmu" dan kata "Islam", sehingga menjadi "Ilmu dakwah" dan Ilmu Islam" atau ad-dakwah al-Islamiyah.

Secara etimologi kata dakwah berasal dari bahasa Arab dalam bentuk masdar dari kata ... secara harfiah ia berarti ... :... yang artinya panggilan, seruan, do'a, ajakan, undangan dan propaganda.

Pengertian Dakwah secara bahasa berarti juga menyeru, yaitu menyeru dengan satu tujuan untuk mendorong seseorang melaksanakan cita-cita tertentu.


Pengertian Dakwah menurut istilah :

1) Ali Mahfuzh dalam kitabnya "Hidayatul Mursyidin"
" Mendorong (memotivasikan) manusia untuk melakukan kebaikan dan mengikuti petunjuk, memerintahkan mereka berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar agar mereka memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat."

2) Hamzah Ya'kub dalam bukunya "Publisistik Islam "
" Adapun definisi dakwah dalam Islam mengajak manusia dengan hikmat kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk allah dan Rasul-Nya." (Hamzah Ya'kub, 1973:7)

3) Al-Maududi dalam kitabnya "Tadzkiratul Du'atil Islam (1996)"
" Menulis juga bahwa dakwah itu adalah Memindahkan ummat dari suatu situasi kesituasi yang lain." (Suaidi Syukur,1982,14)

Tiga Jenis Dakwah


1) Dakwah al-Khairat wal Huda

a) seruan oleh ummat Muhammad kepada seluruh ummat manusia supaya menganut agama
islam dan dakwah ini wajib dilakukan oleh semua kaum muslimin karena mereka sebaik-baik umat yang dipilih untuk menyeru berbuat kebajikan dan mencegah kejahatan.

b)Dakwah supaya dilakukan dengan mengajak kepada kebaikan antara sesama muslimin saling nasihat-menasihati, supaya berbuat kebajikan dan mencegah melakukan kemunkaran.


2) Amar Makruf dan Nahi Munkar

Pengertian Amar Makruf dan Nahi Munkar menurut ajaran Islam :
Masalah baik dan buruk adalah masalah moral dan masalah akhlak. Agama Islam
memerintahkan kita agar menghidupkan moral yang baik dan melenyapkan moral yang
jelek. Sebenarnya Islam tidaklah membatasi tentang yang baik dan yang buruk pada rasio,
kehendak pengalaman dan ilmu-ilmu manusia saja sehingga penilaian kita terhadap baik dan
buruknya sesuatu berubah-ubah dengan berubahnya cara-cara penilaiannya tersebut.

3) Tablig

Pengertian Tablig menurut AJaran Islam :

Pengertian tablig menurut konteks Ajaran Islam adalah penyampaian dan pemberitaan ajaran-ajaran Islam kepada ummat manusia, dengan penyampaian dan pemberitaan tersebut maka pemberita menjadi terlepas dan kewajibannya memberitakan, dan pihak yang menerima berita menjadi terikat dengannya.

Bahaya yang Mengancam Eksistensi Kaum Muslim

Saat ini, kaum Muslim berada dalam lingkungan masyarakat yang menganut berbagai pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran Islam. Bahaya-bahaya yang mengancam tubuh kaum Muslim berasal dari luar (eksternal) maupun berasal dari dalam (internal) kaum Muslim. Bahaya-bahaya itu antara lain:

A. Bahaya eksternal, mencakup:

(1) Berkembangnya pemikiran-pemikiran yang berasal dari peradaban Barat yang menekankan doktrin pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme).

(2) Pemikiran Komunisme atau Sosialisme yang menolak adanya unsur agama dan mengatakan bahwa agama adalah candu yang membahayakan masyarakat.

(3) Pemikiran-pemikiran lain yang membahayakan aqidah Islam dan syariatnya yang berasal dari Barat seperti: nasionalisme, demokrasi, pluralisme, liberalisme, dan yang sejenisnya.

B. Bahaya internal, mencakup

Muncul dan berkembangnya gerakan-gerakan penghancur seperti Ahmadiyah, Baha’iyah, aliran kebatinan, inkarus sunnah, freemasonry, ideologi Dunia Ketiga (yang dikembangkan oleh Khadafi di Libia), dan sejenisnya.

Semua itu muncul sebagai akibat dari serangan pemikiran (ghazw al-fikr) yang dilontarkan oleh Dunia Barat yang kafir kepada kaum Muslim. Di samping itu, serangan-serangan dalam wujud manuver politik, ekonomi, hingga militer terus melanda negeri-negeri kaum Muslim hingga saat ini; tanpa bisa dibendung lagi oleh kaum Muslim. Selain itu, identitas kaum Muslim yang memiliki standar pemikiran yang mengacu pada akidahnya yang jernih dan syariatnya yang agung lambat laun sirna; peranannya digantikan oleh akal, faktor kemaslahatan, adat istiadat, tradisi, bahkan hawa nafsu semata. Mereka tidak lagi menjadikan halal-haram sebagai tolok ukurnya.

Jika hal ini dibiarkan, sementara kaum Muslim melepas tanggung jawabnya dan tidak peduli dengan kondisi yang melanda mereka, maka kehancuran umat ini hanya soal waktu.


Tanggung Jawab Kaum Muslim Saat Ini

Dalam rangka merealisasikan berdirinya Negara Khilafah —yang akan menjamin dilanjutkannya kembali kehidupan Islam, menerapkan seluruh sistem hukum Islam secara total, serta mengemban dakwah Islam ke luar negeri dengan jalan dakwah dan jihad— maka harus ada pertarungan pemikiran (ash-shira’ al-fikrî) untuk menghancurkan dan melenyapkan seluruh pemikiran kufur yang betolak belakang dengan akidah dan syariat Islam. Tujuannya adalah agar kaum Muslim dapat menemukan kembali pemikiran-pemikiran Islam yang mampu mengatasi seluruh problematika kehidupan manusia, sekaligus mencampakkan seluruh bentuk pemikiran kufur yang bertentangan dengan Islam dan nyata-nyata telah menjadi standar sebagian besar kaum Muslim di seluruh dunia.

Pertarungan pemikiran dilakukan dengan cara mengungkap kerusakan, kekeliruan, kelemahan, dan ketidakberdayaan pemikiran-pemikiran kufur tersebut, yang memang tidak layak dijadikan tolok ukur bagi kaum Muslim dalam menyelesaikan problematika kehidupannya. Dalam waktu yang sama, harus dijelaskan keagungan pemikiran Islam, terutama sebagai pemikiran praktis yang layak dijadikan satu-satunya tolok ukur bagi seluruh umat manusia.

Di samping itu, hal ini membutuhkan perjuangan politik (al-kifâh as-siyâsî) yang sungguh-sungguh dari segenap kaum Muslim. Dengan itu, tujuan utamanya, yaitu melanjutkan kembali kehidupan Islam, dapat tercapai. Perjuangan politik tersebut dilakukan dengan jalan:

1. Membeberkan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh negara-negara imperialis, termasuk tindakan-tindakan kriminal dan persekongkolan jahat mereka terhadap kaum Muslim.

2. Menjelaskan berbagai bahaya kecurangan politik yang diterapkan secara paksa atas negeri-negeri kaum Muslim.

3. Mengungkap hakikat oknum-oknum penguasa yang menjadi antek-antek musuh-musuh Islam dan kaum Muslim.

4. Menjelaskan hakikat tokoh-tokoh politik yang menentang Islam dan bersikap munafik, baik yang berasal dari kalangan partai-partai politik, pejabat pemerintah, ataupun intelektual Muslim yang selalu menyesatkan kaum Muslim, memutarbalikkan fakta, dan mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan.

5. Menjatuhkan martabat kepemimpinan beserta pribadi para tokoh yang aktivitasnya hanya menyesatkan umat Islam.

Ilmu Dakwah

Ilmu dakwah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melaksanakan suatu ideologi, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan dakwah disebut "Da'i" sedangkan yang menjadi obyek dakwah disebut "Mad'u". Setiap Muslim yang menjalankan fungsi dakwah Islam adalah "Da'i".


Pusat Dakwah Islam

In 1994, Hakeem Olajuwon purchased the property in an effort to turn the building into an Islamic Educational Center. Pada tahun 1994, Hakeem Olajuwon membeli properti itu dalam upaya untuk mengubah bangunan menjadi Pusat Pendidikan Islam. After years of extensive renovations the center finally opened for public in 2002 and took the name of Islamic Da`wah Center. Setelah bertahun-tahun renovasi besar-besaran pusat akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 2002 dan mengambil nama Islam Da `wah Pusat. The first prayer was held on the last Friday of Ramadan, November 29, 2002. Doa pertama diadakan pada hari Jumat terakhir bulan Ramadhan, 29 November 2002. This was a remarkable turning point in the history of Islam in Houston. Ini adalah titik balik luar biasa dalam sejarah Islam di Houston. The Islamic Da`wah Center houses the first Mosque in Houston downtown. Islam Da `wah rumah Pusat Masjid pertama di pusat kota Houston. It is also the first center dedicated for Da`wah in Houston. Itu juga merupakan pusat pertama yang didedikasikan untuk Da `wah di Houston. The opulent three- story facility includes over 40,000 square feet. Fasilitas tiga lantai yang mewah termasuk lebih dari 40.000 kaki persegi. As you enter the building from the Travis side entrance, it will lead you to the main prayer hall. Saat Anda memasuki gedung dari pintu samping Travis, itu akan mengarahkan Anda ke ruang doa utama. From the ground level, a staircase takes you underground to the basement level, which has a gathering area, meeting rooms, classrooms, guest suit, offices, recreational facility, kitchen, and a library of Islamic literature. Dari permukaan tanah, tangga bawah tanah membawa Anda ke tingkat ruang bawah tanah, yang memiliki daerah pengumpulan, ruang rapat, ruang kelas, setelan tamu, kantor, fasilitas rekreasi, dapur, dan perpustakaan sastra Islam.

The Building Gedung

The Houston National Bank was one of four banks that were built on the corners of Main St. and Franklin in downtown Houston; only three of these buildings are standing today. Houston National Bank adalah salah satu dari empat bank yang dibangun pada sudut-sudut Utama dan Franklin St di pusat kota Houston, hanya tiga bangunan itu berdiri hari ini.

Texas Governor Ross Sterling built it in 1928. Sterling was founder and president of the Humble Oil and Refining Company, which eventually became the Exxon Mobile. Gubernur Texas Ross Sterling dibangun pada tahun 1928 Sterling. Pendiri dan presiden Minyak Rendah Hati dan Refining Company, yang akhirnya menjadi Exxon Mobile. From 1933 to 1946 he was president of the Sterling Oil and Refining Company and was chairman of the Houston National Bank. Dari 1933 hingga 1946 ia presiden dan Pemurnian Minyak Sterling Perusahaan dan menjadi ketua National Bank Houston.

Ilmu Dakwah

Pengertian Dakwah menurut bahasa

secara etimologi kata dakwah berasal dari bahasa